Disusun oleh: Tika Meiana
PGSD Semester 3
KELAS A
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
Metro 2015
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayahNYA kelompok kami dapat menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah yaitu "Kurikulum Dan Pembelajaran"
Penyusun menyadari dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun.
Penyusun berharap kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca dan mudah-mudahan makalah ini dijadikan pembelajaran bagi teman-teman. seiring berakhirnya makalah ini , maka penyusun mengucapkan terimakasih.
Lampung Timur, 10 Januari 2016
Tim Penyusun
ii
DAFTAR ISI
Halaman judul.................................................................................................................i
Kata Pengantar...............................................................................................................ii
Daftar isi.........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................1
1.1 Latar Belakang.................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................1
1.3 Tujuan..............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................2
2.1 Pengertian Evaluasi Kurikulum.......................................................................2
2.2 Tujuan dari Evaluasi kKurikulum....................................................................2
2.3 Fungsi dari Evaluasi Kurikulum.....................................................................3
2.3 Prosedur Evaluasi Kurikulum..........................................................................3
BAB III STUDI KASUS.................................................................................................6
BAB IV PENUTUP.........................................................................................................8
3.1 Kesimpulan.................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................9
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Evaluasi kurikulum merupakan suatu proses evaluasi terhadap kurikulum secara keseluruhan baik yang bersifat makro atau ruang lingkup yang luas (ideal curriculum) maupun lingkup mikro (actual curriculum) dalam bentuk pembelajaran. Pada dasarnya kurikulum terdiri atas komponen dimana yang satu dengan yang lainnya saling terkait. Bahwa setiap komponen yang saling terkait tersebut hanya mempunyai satu tujuan yaitu tujuan pendidikan yang juga menjadi tujuan kurikulum. Evaluasi kurikulum sendiri berisikan hakekat evaluasi kurikulum, dimensi evaluasi kurikulum, prinsip-prinsip evaluasi kurikulum, fungsi, dan prosedur evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria, evaluasi kurikulum juga suatu kebijakan publik, dimana dibanyak negara keberadaan evaluasi didasari oleh ketentuan bahwa pengembangan kurikulum terbuka untuk dievaluasi. Agar kurikulum yang baik dapat tercapai, harus diimplementasikan dengan baik, kreatif, dan inovatif. Untuk dapat mengetahui tingkat tersebut harus melewati satu tahap yang dinamakan evaluasi kurikulum. Kata-kata yang kami ambil daru buku Prof. DR. S. HAMID HASAN adalah evaluasi kurikulum tanpa kurikulum tidak punya arti sebaliknya kurikulum tanpa evaluasi tidak akan mendapatkan hasil maksimal, baik dalam proses konstruksi kurikulum maupun dalam proses pelaksanaan kurikulum. Maka dari itu, kelompok kami akan menjabarkan materi dari evaluasi kurikulum disertai dengan studi kasus yang diangkat dari permasalahan evaluasi kurikulum yang ada di Indonesia terutama.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian, tujuan dan fungsi dari evaluasi kurikulum?
2. Bagaimana Prosedur Evaluasi Kurikulum?
3. Studi kasus apakah yang diangkat dari evaluasi kurikulum ini dalam pembelajaran?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Agar para guru dan calon guru dapat melaksan pembelajaran dan evaluasi kurikulum dengan efektif dan efesien.
1
BAB II
PEMBAHASAAN
A. PENGERTIAN EVALUASI KURIKULUM
Kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalam lingkup yang luas. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Mengevaluasi keberhasilan sebuah pendidikan berarti juga mengevaluasi kurikulumnya. Hal ini berarti bahwa evaluasi kurikulum merupakan bagian dari evaluasi pendidikan, yang memusatkan perhatiannya pada program-program untuk peserta didik. Sedangkan evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan kurikulum, baik dalam pembuatan kurikulum baru, memperbaiki kurikulum yang ada atau menyempurnakannya. Evaluasi yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya fase pengembangan ini dengan efektif dan bermakana. Dari hasil-hasil evaluasi ini lah pihak pengembang dapat mengadakan perbaikan dan penyesuaian sebelum kurikulum yang baru tersebut terlanjur disebarluaskan secara nasional. Menurut Hamid Hasan (1988:13) evaluasi adalah suatu proses pemberian pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan. Jadi dengan demikian, evaluasi kurikulum adalah suatu proses evaluasi terhadap kurikulum secara keseluruhan baik yang bersifat makro atau ruang lingkup yang luas (ideal curriculum) maupun lingkup mikro (actual curriculum) dalam bentuk pembelajaran.
B. TUJUAN EVALUASI KURIKULUM
Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
1. Untuk perbaikan program
Bersifat konstruktif, karena informasi hasil evaluasi dijadikan input bagi perbaikan yang diperlukan di dalam program kurikulum yang sedang dikembangkan.
2. Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak
Diperlukan semacam pertanggungjawaban dari pihak pengembang kurikulum kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Pihak tersebut baik yang mensponsori kegiatan pengembangan kurikulum maupun pihak yang akan menjadi konsumen dari kurikulum yang telah dikembangkan. Tujuan yang kedua ini tidak dipandang sebagai suatu kebutuhan dari dalam melainkan lebih merupakan suatu ‘keharusan’ dari luar.
2
3. Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan
Tindak lanjut hasil pengembangan kurikulum dapat berbentuk jawaban atas dua kemungkinan pertanyaan : pertama, apakah kurikulum baru tersebut akan atau tidak akan disebar luaskan ke dalam sistem yang ada? Kedua, dalam kondisi yg bagaimana dan dengan cara yang bagaimana pula kurikulum baru tersebut akan disebarluaskan ke dalam sistem yang ada? Dan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam menjawab pertanyaan diperlukan kegiatan evaluasi kurikulum.
C. FUNGSI EVALUASI KURIKULUM
1. Evaluasi Formatif : dilaksanakan apabila kegiatan evaluasi diarahkan untuk memperbaiki bagian tertentu dari kurikulum yang sedang dikembangkan.
2. Evaluasi Sumatif : dilaksanakan apabila kurikulum telah dianggap selesai pengembangannya (evaluasi terhadap hasil kurikulum).
D. PROSEDUR EVALUASI KURIKULUM
Prosedur adalah langkah-langkah teratur dan tertib yang harus ditempuh sesorang evaluator pada waktu melakukan evaluasi kurikulum. Langkah-langkah tersebut merupakan tindakan yang harus dilakukan evaluator sejak dari awal sampai akhir suatu kegiatan evaluasi. Prosedur yang dikemukakan disini adalah hasil revisi dari prosedur, model, PSP yang dikemukakan Storeange dan Helm (1992).
1. Kajian terhadap evaluan
Langkah pertama yang harus dilakukan evaluator terhadap kurikulum atau bentuk kurikulum yang menjadi evaluannya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman terhadap karakterisitk kurikulum. Evaluator harus mempelajari secara mendalam latar belakang kelahiran suatu kurikulum, landan filsofi fan teoritis kurikulum tersebut, ide kurikulum, model kurikulum yang digunakan untuk dokumen kurikulum, proses pengembangan dokumen kurikulum, proses impelemtasi kurikulum, dan evaluasi hasil belajar.
2. Pengembangan proposal
Berdasarkan kajian yang dilakukan pada langkah pertama maka evaluator kemudian mengembangkan proposalnya. Untuk itu maka evaluator memutuskan pendekatan dan jenis evaluasi yang akan dilakukan. Evaluator dapat menentukan apakah yang akan digunakannya adalah evaluasi kuantitatif ataukah evaluasi kualitatif. Tentu saja berbagai faktor pribadinya seeprti pendidikan dan pandangan keilmuannya akan sangat menentukan pendekatan metodologi yang akan digunakan.
3
3. Pertemuan atau diskusi proposal dengan pengguna jasa evaluasi
Pertemuan atau diskusi proposal dengan pengguna jasa evaluasi merupakan langkah penting dan menentukan. Hasil diskusi dengan pengguna jasa akan menentukan apakah proposal yang diajukan akan dapat ditindak lanjuti atau tidak. Jika evaluator berhasil meyakinkan calon pengguna jasa evaluasi maka proposal yang diajukan mungkin akan disetujui dan pekerjaan evaluasi akan dapat dilaksanakan. Artinya, tidak ada pekerjaan evaluasi yang dilakukan berdasarkan proposal tersebut
4. Revisi Proposal
Revisi proposal adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan antara pengguna jas evaluasi dengan evaluator. Apabila dalam pertemuan dan pembicaraan tersebut berbagai kompenen harus direvisi maka adalah kewajiban evaluator untuk melakukan revisi tersebut. Hasil revisi harus diperlihatkan kembali kepada pengguna jasa evaluasi dan disetujui. Jika dari hasil diskusi pada pertemuan itu tidak ada hal yang perlu direvisi maka langkah revisi ini dengan sendirinya tidak diperlukan.
5. Rekruitmen personalia
Rekruitmen personalia untuk pekerjaan evaluasi mungkin saja dilakukan ketika proposal disusun. Jika prosedur itu yang ditempuh maka rekruitmen dianggap sudah terjadi. Dalam hal demikian maka pada proposal jumlah orang, nama serta kualifikasi harus dicantumkan. Pencantuman itu akan memberikan nilai lebih pada proposal.
6. Pengurusan persyaratan administrasi
Setiap kegiatan yang berkenaan dengan evaluasi kurikulum memrlukan berbagai formalitas administrasi. Evaluator harus mendapatkan persetjuan dari pengguna kurikulum, pimpinan sekolah atau atasannya, dan mungkin juga dari pejabat yang terkait dengan masalah keamanan sosial politik. Untuk itu diperlukan berbagai surat seperti surat izin melakukan evaluasi, surat permohonan kesediaan menjadi responden, surat identitas anggota t, dan sebagainya. Keberadaan surat ini sangan penting dan sangat mutlak diperlukan.
7. Pengorganisasian pelaksanaan
Pengorganisasian pelaksanaan adalah suatu kegiatan manajemenyang tingkat kerumitannya ditentuakan oleh ruang lingkup pekerjaan evaluasi dan jumlah evaluator yang terlibat. Semakin luas wilayah yang harus dievaluasi dan semakin banyak evaluator yang harus dilibatkan maka semakin rumit pula pekerjaan management yang harus dilakukan jika evaluasi itu hanya dilakukan oleh seorang maka management tidak akan serumit jika evaluator terdiri dari sebuah tim.
4
8. Analisis data
Pekerjaan analisis data tentu saja merupakan tindak lanjut setelah proses pengumpuilan data evaluasi berhasil dilakukan. Ketika model yang digunakan adalah model kuantitatif dan dengan demikian data utama evaluasiadalah data kuantitatif. Proses dan tekhnik pengolahan data yang diakui dalam model kuatitatif harus dilaksanakan.
9. Penulisan pelaporan
Penulisan laporan sebagaimana halnya dengan analisis data, penulisan laporan harus dilakukan oleh evaluator dan tim evaluator. Format laporn harus disesuaikan dengan kesepakatan yang dilakukan pada waktu awal.
10. Pembahasan Laporan dengan pemakai jasa
Pembahasan ini diperlukan untuk melihat kelengkapan laporan. Dalam pembahasan ini jika pengguna jasa memerlukan tambahan informasi yang memang tercantum dalam kontrak maka adalah kewajiban evaluator untuk melengkapi laporan tersebut.
11. Penulisan laporan akhir
Penulisan Laporan akhir adalah sebagai hasil dari revisi yang harus dilakukan evaluator ketika terjadi pembahasan laporan dengan pengguna jasa.
5
BAB III
STUDI KASUS
Dalam proses pembelajaran yang kita ketahui bersama bahwa syarat dalam menjalankan proses belajar mengajar harus disertai dengan perencanaan tertulis atau biasa disebut kurikulum, dan dalam makalah ini kami akan mencoba untuk membahas mengenai permasalahan yang terjadi pada evaluasi kurikulum dengan membandingkan KBK ( kurikulum berbasis kompetensi) dan KTSP ( kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Sebelum masuk ke studi kasus yang kelompok kami ambil ada beberapa persamaan dan perbedaan dari kedua kurikulum tersebut yaitu:
1. Persamaan KBK dan KTSP adalah:
A. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah kurikulum yang bertujuan untuk menciptakan tamatan yang kompeten dan cerdas dalam membangun identitas budaya dan bangsanya. Kurikulum ini dapat memberikan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, pengalaman belajar yang membangun integritas sosial, serta membudayakan dan mewujudkan karakter nasional.
B. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
2. Perbedaan KBK dan KTSP adalah:
A. Kurikulum Berbasis Kompetensi (Depdiknas 2002) memiliki karakteristik yaitu:
a) Pencapaian kompetensi siswa (individual/klasikal)
b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman.
c) Penyampaian pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode bervariasi.
d) Sumber belajar guru dan sumber lainnya yang memenuhi unsur edukatif
e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar (penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi)
f) Menggunakan sistem sentralisasi penuh dari pusat.
6
B. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yaitu:
a) Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
b) Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
c) KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.
d) KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
e) KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengam kebutuhan.
Memang dilihat dari perbedaan dan persamaan kedua kurikulum tersebut, KTSP jauh lebih memahami siswa daripada KBK yang sedikit agak memberatkan siswa dilihat dari beban belajar siswa. Tapi pada kenyataan KTSP pun masih dirasakan kekurangannya, diantaranya adalah dalam hal struktur kurikulum, baik di tingkat SD/MI, SMP/MTs, atau di tingkat SMA/MA. Yang perubahan strukturnya dirasakan banyak adalah di tingkat SMA/MA. Sementara sosialisasi dan panduan KTSP belum merata. Apalagi untuk Standar Isi (SK dan KD) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Madrasah Aliyah sulit didapat, entah apakah memang DEPAG RI belum mengeluarkan standar isi tersebut atau sosialisasinya yang belum merata. Keadaan seperti ini membingungkan sekolah dan guru-guru, sebenarnya mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari anak dalam KTSP. Di satu sisi sekolah dituntut untuk menyusun dan melaksanakan KTSP, di sisi lain sosialisasi kurikulum baru ini belum merata dan maksimal, selain itu perangkat untuk menyusun KTSP belum semuanya tersedia, dan belum didistribusikan ke sekolah-sekolah. Banyak kasus dibeberapa sekolah, ada beberapa mata pelajaran yang diajarkan tetapi ketika UAS tidak diujikan, begitu juga sebaliknya. Selain itu format buku raport yang berubah-ubah, hal ini tentu membuat semakin bingung pihak sekolah dan guru-guru, apa sebenarnya yang diinginkan pemerintah dengan KTSP ini.
7
BAB IV
KESIMPULAN
Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang di evaluasi adalah efektifitas, relevansi, evisiensi, dan kelaiakan ( feasibillty ) program. Tujuannya evaluasi kurikulum adalah untuk keperluan : perbaikan program, pertanggung jawaban kepada berbagai pihak, dan penentuan tindak lanjut hasil pengembangan.
8
DAFTAR PUSTAKA
http://ins-think.blogspot.com/2012/03/evaluasi-kurikulum-dan-pembelajaran.html
9
Sabtu, 09 Januari 2016
MAKALAH EVALUASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Diposting oleh
Tyka Meiana
di
22.34
0
komentar
Jumat, 24 Mei 2013
SMA Negri 2 Metro wujudkan ADIWIYATA
Assalamualaikum pemirsa blogger J selamat datang penghuni atau pengunjung blog saya
diposting ini. Khususnya keluarga besar SMA Negri 2 Metro yang cantik-cantik
dan yang kece-kece.
Tugas ini saya selesaikan dengan waktu yang sangat
minimalis, karna harus segera diselesaikan. Oke kembali ke pembahasan posting
ini.
SMA Negri 2 Metro wujudkan ADIWIYATA
Program
Adiwiyata adalah : salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka
mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya
pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapakan setiap warga
sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta
menghindari dampak lingkungan yang negatif termasuk warga sekolah SMA N 2
Metro.
Langkah
langkah yg telah dilakukan keluarga SMA N 2 Metro nih contohnya
1. 1. Bank Sampah
SMA Negri 2 metro (BSS)
Progam ini diwujudkan dengan adanya kesaadaran warga
sekolah untuk dapat bisa memilih dan memilah mana barang bekas yang masih bisa
didaur ulang kembali atau tidak. Atau bahkan menguntungkan contohnya ini nih
BSS. Yaitu dengan menjual kembali hasil sampah seperti akua dan kardus yg telah
dikumpulkan dengan ini kita dapay mengambil keuntungan dah hasilnya lingkungan
pun bersih.
2. adanya
Green House
.
Yaitu dengan adanya green house maka SMA N 2 Metro
terlihat lebih hijau, asri dan dapat membantu dalam menguranginya bahaya global
warning. Bukan hanya untuk sekolah bahkan dunia.
3. adanya
fasilitas untuk kita mencuci tangan disetiap sudut kelas.
Dengan
adanya tempat ntuk mencuci tangan disetiap sudut kelas siswa/i dapat setiap
saat menjaga kebersihan tangan dan hal lain. Tetapi walau begitu harus tetap
menghemat air bukan. Sama juga dengan menghemat listrik diskolah.
4. Berbagai
macam kegiatan membersihkan lingkungan sekolah
Menyiram bunga, piket kelassecara teratur,
membersihkan tanam kelas juga membuang sampah pada tempatnya menjadi salah
banyak kegiatan yang insya allah rutin dikerjakan keluarga besar SMA Negri 2
Metro.
5. Adanya
himbauan atau poster lingkungan
Dengan
poster-poster juga bener-bener ini maka secara tidak langsung turut membantu
dengan mengingatkan warga sekolah untuk menjaga dan menyadarkan betapa
pentingnya kebersihan sekolah dan lingkungan.
Dengan
langkah-langkah yang sudah SMA N 2 coba jalankan maka insyaallah benar-benar
sekolah kita yang tercinta ini akan terwujud menjadi sekolah ADIWIYATA yang
asri, bersih, hijau, sejuk dan peduli lingkungan.
Diharapakan
dengan keiikut sertaan SMA Negri 2 Metro dapat memberikan kontribusinya
semaksimal mungkin untuk menjaga lingkungan dan sekaligus menjadikan
percontohan sekolah lainnya untuk ikut serta turun menjaga lingkungan dan
membuat sekolah nyaman untuk belajar dan berwawasan lingkungan oke kawan-
kawan.
Diposting oleh
Tyka Meiana
di
07.59
0
komentar
Kamis, 23 Mei 2013
Green For Earth ! Hijaukan Bumi Kita!
Artikel Go Green
Saat saya kecil, saya dapat merasakan udara yang segar dan sawah yang hijau di pinggir jalan serta pohon-pohon yang hijau, namun sekarang hal tersebut sudah tidak dapat saya temukan lagi, udara semakin panas, polusi udara semakin buruk sehingga orang-orang jadi lebih mudah untuk jatuh sakit. ini adalah 5 tips yang sangat bagus, paling tidak kita bisa memulainya dengan diri sendiri.
1. Gunakan air seperlunya.
Air
adalah sumber kehidupan, air yang bersih dan sehat akan menjaga
lingkungan dan tubuh kita. Jangan dibuang-buang ingatlah di tempat lain
orang berjalan 5km untuk mendapat air2. Tanam, tumbuhan di taman rumah kita.
Tanaman dan tumbuhan berfungsi sebagai pemancar oksigen bersih, akan lebih baik lagi bila yang ditanam itu pohon, karena pohon akan menjaga kulaitas air kita. selain itu oksigen bersih yang di hasilnyapun jauh lebih bersar. Pohon yang paling mudah tumbuh dan ga bandel setau kang salman itu pohon kersen. tumbuhnya cepet, dan buahnya manis.
3. Gunakan Teknologi ramah lingkungan,
Paling tidak hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah mematikan lampu saat tidur, ada manfaatnya yaitu apabila mematikan lampu saat itu baik bagi kesehatan mata, karena mata kita dapat beristirahat dengan penuh
4. Hindari penggunaan kantong plastik saat berberlanja, gantikan dengan kardus.
Plastik merupakan salah satu zat yang sulit di urai oleh bakteri dan mineral-mineral dari tanah, sama halnya streoform baru dapat terurai setelah melewati umur 105 tahun. Hati-hati yang suka beli Pop Mie, kalau mau di rebus mending pindahkan ke kaca agar tidak terkena racun.
5. Gunakan kendaraan bermotor seperlunya.
kang salman suka heran sama orang-orang bahkan teman sendiri, pergi ke warung saja yang jaraknya cuma 50 meter malah menggunakan motor, sungguh terlalu malasnya. Kalau Anda pun begitu ayo bergerak, gunakan kaki kita untuk berjalan, jangan malas. orang tua zaman dahulu berumur panjang dan saat tua pun tidak sakit-sakitan karena mereka banyak berjalan kaki.
Diposting oleh
Tyka Meiana
di
07.22
0
komentar
Rabu, 15 Mei 2013
Jumat, 10 Mei 2013
10 NEGARA TERKAYA DIDUNIA DENGAN PENGHASILAN TERTINGGI PERTAHUN
Diposting oleh
Tyka Meiana
di
19.42
0
komentar
Jumat, 12 April 2013
Langganan:
Postingan (Atom)

